Showing posts with label Keluarga. Show all posts
Showing posts with label Keluarga. Show all posts
anak obesitas
Dengan media yang begitu banyak berbasis layar yang tersedia di dunia saat ini, sulit bagi orang tua untuk menjaga anak-anak jauh dari teknologi. Tapi selain fakta bahwa anak dijauhkan dari televisi untuk lebih fokus pada studi, perhatian lain bagi orang tua hari ini adalah obesitas. Ada banyak studi yang tentang waktu yang dihabiskan di depan televisi dan obesitas anak. Setiap jam anak-anak bermain video game atau menonton televisi menggandakan kemungkinan bahwa anak akan berubah obesitas.

Setiap saat, anak-anak dibombardir dengan iklan untuk makanan ringan berkalori tinggi, yang membuat mereka tergoda untuk makan, dan pada saat yang sama, tangan mereka bebas untuk memungkinkan mereka untuk mengunyah makanan di depan TV sambil menonton tayangan favoritnya. Sebagai akibatnya, anak-anak tergoda untuk mengkonsumsi junk food dan orang tua memiliki waktu yang sulit dalam penyeimbangan dan menjaga pola makan yang sehat untuk anak mereka. Selain itu, anak yang memiliki TV di kamar tidur mereka juga lebih mungkin untuk mendapatkan berat badan berlebih.

Lebih dari 40 persen waktu luang mereka dihabiskan di depan televisi, dan dengan TV set di kamar tidur, kegiatan di luar ruangan anak akan menurun. Dengan kegiatan kurang, tubuh menjadi lesu dan sebagai akibatnya memperlambat pikiran juga. Studi meyakinkan menyimpulkan bahwa ' waktu duduk ' di depan TV akan bertanggung jawab untuk menggusur waktu untuk kegiatan fisik, mempromosikan diet yang buruk, memberikan lebih banyak kesempatan untuk ngemil yang tidak sehat dan bahkan dapat mengganggu tidur.

Menonton TV selama lebih dari tiga jam sehari berpotensi meningkatkan berat badan anak, sedangkan dua jam menonton TV telah diamati tidak memiliki efek apapun terhadap berat anak. Beberapa percobaan yang dirancang untuk mengurangi penggunaan TV pada anak-anak ini telah menemukan peningkatan indeks massa tubuh ( BMI ), lemak tubuh, dan langkah-langkah terkait obesitas lainnya . The American Academy of Pediatrics menunjukkan bahwa anak-anak harus menonton tidak lebih dari dua jam televisi setiap hari. Dengan masalah kesehatan tersebut, akan dianjurkan bagi orang tua untuk membatasi frekuensi menonton televisi dengan mendorong bentuk-bentuk alternatif rekreasi dan pilihan program selektif.

Selain mendorong anak-anak untuk berbagai kegiatan rekreasi, orang tua harus mengatur pola makanan anak. Makan yang sehat dan menumbuhkan kebiasaan makan yang sehat harus menjadi fokus ideal bagi orang tua saat ini. Dengan ini, juga menjadi penting bagi mereka untuk tidak memanjakan anak mereka atas keinginan mereka untuk junk food sepanjang waktu. Hal ini apalagi terlihat bahwa obesitas mempengaruhi lebih dari satu anggota keluarga, dan dengan demikian untuk menjaga kontrol atas peningkatan berat badan, semua anggota keluarga harus mengadopsi kebiasaan makan yang baik yang kembali akan meningkatkan kemungkinan kontrol berat badan yang sukses untuk anak atau remaja. Satu yang harus diingat bahwa, penurunan berat badan hanya mungkin dapat dilakukan bila ada motivasi diri, dan hanya orang tua yang dapat membantu anak dengan cara seperti itu.

Mainan Edukasi, Image
Aktivitas anak tidak pernah lepas dari bermain dan permainan. Mulai dari bayi, ketika organ tubuh mulai merespon lingkungan, maka respon terhadap lingkungannya itu adalah merupakan proses bermain. Ketika bayi mulai menatap mata ibu, bercanda, bernyanyi bersama, belajar memegang, kemudian bermain sendiri (soliteir) dengan benda-benda yang berada disekitarnya, saat itulah dia bermain.
Bermain merupakan media untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan tertentu pada anak. Bermain merupakan dunia anak karena menjadi aktivitas yang menyenangkan bagi mereka. Melalui kegiatan bermain, anak dapat belajar mencapai perkembangan, baik perkembangan fisik, emosi, intelektualitas, maupun jiwa sosialnya. Bermain adalah suatu kebutuhan yang sudah ada (inhernt) dalam diri anak. Dengan bermain, anak dapat belajar mengenai dunianya, mulai dari yang ia ketahui hingga yang tidak diketahui, dan dari yang tidak dapat ia lakukan hingga yang mampu ia lakukan. Inilah yang mendasari terciptanya beragam mainan, sampai kemudian lahirlah mainan dengan label “mainan edukasi”.

Tapi, apa yang membuat mainan edukasi berbeda dengan mainan biasa? Pada dasarnya, mainan ini seperti mainan lainnya, hanya diciptakan dan digunakan oleh anak-anak. Setiap orang dapat menyatakan bahwa mainan pendidikan sebenarnya mainan apapun. Satu-satunya perbedaan yang mereka miliki adalah bagaimana anak-anak melihat mainan ini. Jadi, mainan memberikan fondasi dasar untuk pendidikan anak-anak. Anak-anak melihat mainan, belajar dan memahami mainan. Mereka mulai tahu tentang hal-hal disekitar mereka. Hal-hal fisik di dunia dibawa ke pikiran mereka dalam bentuk mainan. Belajar dengan mainan membuat anak-anak mengingat hal-hal mudah.

Mainan pendidikan berinteraksi dengan otak anak-anak dan merangsang mereka untuk bekerja. Mereka mendukung perkembangan mental dan emosional di dalam anak. Jadi mereka harus dirancang sedemikian rupa sehingga mereka meningkatkan kemampuan seorang anak. Contoh untuk anak usia 3th kebawah blok kayu kecil akan menjadi awal terbaik. Blok mainan dengan warna dan bentuk berbeda membantu untuk belajar, mengenal warna dan bentuk. Begitu mereka belajar, mereka dapat menyesuaikan pola bentuk atau warna dengan mudah.

Setelah mereka bergabung di prasekolah, hal yang sama juga dipelajari. Namun untuk anak-anak usia 4th sampai 8th mulai belajar hal-hal teknis di sekitar mereka. Mereka mulai bermain dengan mainan seperti helikopter, kereta api, mobil, dan lain-lain. Meskipun mainan ini dimaksudkan untuk bermain, tapi anak-anak belajar bagaimana cara kerja mainan itu, dan mendapatkan gambaran yang nyata dalam pikiran mereka. Misalnya blok bangunan, ini mengajarkan mereka untuk membangun rumah dan kendaraan. Mereka mulai membangun rumah mereka sendiri dengan bantuan blok sehingga kreativitas mereka meningkat ke tingkat yang lebih tinggi.

Seorang anak cepat bosan ketika ia melihat kata-kata hanya ditulis didepannya. Inilah sebabnya mengapa seorang anak harus mengenal simbol, gambar, bentuk, dan banyak lagi. Anak belajar perlahan tapi dengan cara yang begitu menarik. Pelajaran harus berpusat pada anak, dengan kata lain, dibuat agar sesuai dengan kebutuhan khusus anak. Jadi pilih alat bantu pembelajaran yang tepat dalam persiapan pendidikan anak yang tepat. Pilih buku dengan kata-kata cetak besar dan gambar hidup. Pilih blok dengan warna cerah. Pilih mainan seperti mobil, pesawat, dan lain-lain, serta jelaskan kegunaan mereka. Anak-anak senang melihat gambar, warna dan bentuk menarik. Mereka lebih termotivasi untuk belajar. Mereka mendapatkan lebih terinspirasi. Mereka mengembangkan pemahaman yang jauh lebih jelas. Anak-anak belajar lebih cepat jika mereka mengerti. Tapi, mereka akhirnya bertanya lebih banyak jika mereka merasa menemukan hal-hal yang rumit.

Jadi, mainan edukasi merupakan alat atau sarana bermain yang memiliki tujuan tertentu, bukan sekedar mainan yang memberikan kesenangan pada anak. Mainan edukasi dirancang dengan tujuan untuk meningkatkan dan mengembangkan kemampuan psikomotorik anak, kemampuan sosial-emosional, atau mengarahkan anak untuk menemukan potensi dan kecerdasan yang dimilikinya. Bukan sekedar bentuk mainan yang bagus, lucu, atau harga yang mahal. Oleh karena itu, untuk anda yang ingin memberikan mainan untuk anak, cermati prinsip-prinsip dasar mainan edukasi dibawah ini:

Mainan mempunyai fungsi multi guna. Mainan tersebut dapat digunakan untuk pengembangan berbagai aspek perkembangan anak. Contoh, mainan dalam bentuk bola tangan warna warni. Bola tangan ini dapat digunakan untuk pengembangan motorik anak, dengan cara anak menggunakannya untuk saling melemparkan bola tersebut. Juga, untuk pengembangan aspek kognitif anak, dengan warna yang terdapat pada bola.

Tidak menggunakan bahan yang berbahaya bagi anak. Aspek keselamatan anak merupakan salah satu hal yang harus menjadi perhatian dalam memilih mainan untuk anak. Seperti, bahan kimian untuk cat, atau partikel-partikel kecil yang dapat tertelan anak.

Dapat menumbuhkan kreativitas, menyenangkan bagi anak, menumbuhkan daya khayal dan daya imajinasi, dan dapat digunakan untuk bereksperimen dan bereksplorasi. Alat permainan konstruktif seperti balok-balok kayu merupakan salah satu contoh alat permainan yang cukup menarik dan menantang anak untuk berkreasi.

Dapat digunakan secara individual dan kelompok. Ini berfungsi untuk mengembangkan kemampuan individu anak, juga kemampuan sosial anak.

Sesuai dengan tingkat perkembangan anak. Tingkat perkembangan anak yang berbeda berpengaruh terhadap jenis permainan. Sebagai contoh, puzel. Tingkat kesulitan dan jumlah kepingan gambar yang harus disusun oleh anak akan berbeda antara preschool dengan taman kanak-kanak. Hal ini disebabkan dari kemampuan yang dimiliki anak pada kedua tingkat tersebut berbeda.

Interior Ruang Keluarga, Image
Ruang keluarga merupakan tempat beraktivitas yang melibatkan seluruh anggota keluarga, seperti menonton tv atau sekedar berkumpul bersama keluarga, sehingga ruangan ini dapat menjadi sarana untuk mempererat ikatan batin yang akan menumbuhkan keharmonisan dalam keluarga. Oleh karena itu, desain dan interior ruang keluarga haruslah dibuat senyaman mungkin bagi seluruh anggota keluarga. Berikut beberapa hal atau tips yang patut Anda pertimbangkan dalam mendesain ruang keluarga:

Tema

Tentukan tema ruang keluarga sebelum anda merancang interiornya. Yang perlu diperhatikan adalah luas ruangan, karena ini akan mempengaruhi semua hal yang berkaitan dengan perabotan didalmnya, seperti furnitur, warna dinding, atau interior yang lain.

Fungsi Ruang

Tentukan juga fungsi ruang, apakah hanya untuk ruang keluarga, atau berfungsi juga sebagai ruang bermain anak-anak, home theater, atau home entertainmen. Jika anda tidak menginginkan tema tertentu, misalnya minimalis, klasik, modern, atau kontemporer, disarankan untuk mendesain ruang keluarga sesederhana mungkin dengan warna netral, tujuannya, ketika anda menginginkan tema tertentu di ruang keluarga, anda tidak perlu merenovasi total, cukup menambahkan aksen tertentu sesuai dengan tema yang diinginkan.

Furnitur

Pilihlah furnitur dengan menyesuaikan tema dan luas ruang keluarga. Jangan memaksakan diri meletakkan furnitur yang besar padahal ruang keluarga anda kecil, sehingga terkesan sesak dan mengganggu kenyamanan saat keluarga berkumpul. Jika ruang keluarga anda sempit, pilihlah furnitur yang mempunyai fungsi ganda, misalkan sofa yang bisa difungsikan sebagai kasur. Pilihan ini akan menghemat ruangan.

Dekorasi

Dekorasi merupakan usaha untuk mempercantik elemen ruang keluarga dengan berbagai aksesoris. Untuk memilih dan menempatkan aksesoris sesuaikan dengan tema dan luas ruangan. Perhitungkan secara cermat proporsi jumlah aksesoris dengan luas, jumlah aksesoris yang terlalu banyak menjadikan ruangan terkesan sempit. Misalkan dinding, jika anda ingin mencoba mendekorasi sendiri ruang keluarga, pilihlah wall sticker, disamping mudah mengaplikasikannya, wall sticker dapat dilepas dan dipasang kembali tanpa memberikan bekas di dinding. Jika anda mengingkan pilihan yang mudah, pasang saja lukisan favorit atau foto-foto keluarga, tapi ingat, jangan asal pasang, atur sesuai dengan tema lukisan atau momen foto keluarga.

Pencahayaan

Pencahayaan merupakan elemen penting dalam menghadirkan suasana di ruang keluarga. Jika anda ingin menghadirkan suasana yang berbeda-beda saat berada di ruang keluarga, anda dapat memasang lampu dimmer yang dapat diatur tingkat pencahayaan dalam ruangan. Atau, jika anda menginginkan titik fokus tertentu dalam ruang keluarga, misalnya lukisan atau foto keluarga, tambahkna lampu sorot yang fokus pada objek yang ingin ditonjolkan sebagai titik focus ruang keluarga.

Peralatan Audio-video

Jika anda menginginkan ruang keluarga berfungsi juga sebagai home entertainmen. Anda dapat menempatkan peralatan audio-video pada ruang keluarga. Yang perlu diperhatikan adalah jaringan kabel listrik. Tanam kabel listrik pada dinding ruangan, atau pasang tutup pengaman kabel listrik. Jangan sampai kabel listrik bertebaran di lantai, ini akan beresiko terkena aliran listrik jika kabel bocor. Terlebih lagi jika ada balita dalam anggota keluarga Anda.

Sirkulasi udara

Ruang keluarga merupakan tempat beraktivitas dan berkumpul bersama keluarga. Oleh karena itu, sirkulasi udara harus diperhatikan, selain untuk aspek kesehatan juga untuk kenyamanan. Jika ruang keluarga Anda sempit, dengan jumlah orang yang secara bersamaan berkumpul di ruang yang sempit, maka suhu ruangan menjadi pengap dan cepat panas, jika ini terjadi, maka akan mengganggu kenyamanan Anda dan keluarga. Anda dapat menggunakan AC untuk mengatur suhu ruang keluarga, jika tidak memungkinkan menggunakan AC, maka pilihlah jendela yang lebar, tambahkan exhaust fan atau lubang angin pada ruang keluarga, sehingga sirkulasi udara keluar-masuk berjalan lancar.
Kecelakaan Mobil Dul Ahmad Dhani
Kecelakaan yang dialami putra bungsu Ahmad Dhani dan Maia Estianty, Abdul Qodir Jaelani (AQJ) atau Dul, menyedot perhatian publik akhir-akhir ini. Bukan karena banyaknya jumlah korban yang tewas dan luka berat dalam kecelakaan maut tersebut. Penyebab kecelakaan ini, Dul (13 tahun), meskipun sebenarnya banyak juga kecelakaan karena anak di bawah umur yang mengemudikan kendaraan bermotor atau mobil sendiri, tetapi karena kali ini melibatkan seorang selebritis, maka musibah kecelakaan ini menjadi sorotan dan menjadi headline semua media.

Tanpa mengurangi simpati terhadap korban dan keluarga korban, musibah yang menimpa Dul sebenarnya telah membawa berkah bagi masyarakat. Musibah ini telah membuka kesadaran kolektif semua lapisan masyarakat, bukan hanya dari kalangan selebritis. Mereka menjadi sadar, memberikan atau membolehkan anak-anak mereka yang masih dibawah umur mengendarai motor/mobil sendiri, meminjam istilah Kak Seto, memberikan “jalan pintas” terjadinya kecelakaan.

Selama ini banyak dijumpai anak-anak di bawah umur berseliweran di jalan dengan mobil atau motor, bahkan akan kentara sekali ketika pagi atau siang hari saat berangkat dan pulang sekolah. Memang sah-sah saja orang tua membelikan atau mengijinkan anaknya mamakai mobil/motor, tetapi menurut undang-undang jelas ini dilarang, karena untuk mengendarai kendaraan bermotor seseorang harus memiliki SIM, dan baru bisa diperoleh ketika anak memasuki usia 17 tahun.

Anak di bawah umur, disamping belum berhak untuk mengendarai motor/mobil sendiri sesuai undang-undang, kemampuan motorik anak juga belum berkembang sempurna untuk mengendalikan laju kendaraan. Selain itu, juga berkaitan dengan kematangan emosi dan kepekaan anak saat berada dalam situasi-situasi berbahaya saat berkendara. Anak di bawah umur dan remaja cenderung menuruti emosinya saat berkendara, tak jarang mereka memacu motor/mobil sekencang mungkin apalagi saat di jalan tol. Ini terbukti adanya fenomena di kalangan remaja yang memamerkan spedometer di instagram memperlihatkan kecepatan mobilnya.

Perlu dipahami bagi orang tua, ketika mengijinkan anak di bawah umur mengemudikan motor/mobil sendiri di jalan raya, ia telah membahayakan orang lain, bukan hanya anaknya saja. Memberikan fasilitas atau hadiah bagi anak boleh-boleh saja, tetapi perlu dipertimbangkan aspek manfaat dan madlaratnya bagi anak. Marilah musibah yang menimpa AQJ atau Dul putra musisi Ahmad Dhani dan Maia Estianty menjadi pembelajaran bagi kita, memberikan fasilitas mewah bagi anak yang sebetulnya belum memerlukan bisa jadi bumerang bagi anak itu sendiri.
Bayi, Kandungan, Cerdas, IQ, Image
Setiap orang tua pasti menginginkan memiliki anak yang cerdas (baca: IQ tinggi). Banyak yang beranggapan bahwa anak yang cerdas diturunkan dari gen orang tua yang cerdas pula. Pendapat ini tidak salah, tapi juga tidak mutlak benar. Banyak hal yang mempengaruhi kecerdasan anak, disamping secara genetik, memiliki anak yang cerdas dapat dilakukan saat dalam kandungan. Lazimnya orang dewasa, janin dalam kandungan pun dapat diajak untuk belajar. Proses belajar inilah yang dapat merangsang perkembangan otak anak hingga memiliki kecerdasan (IQ) yang tinggi. Disamping tentu saja gaya hidup ibu saat mengandung dan nutrisi janin saat dalam kandungan. Karena saat mengandung, cara hidup dan pola makan ibu adalah cara hidup dan nutrisi bagi janin. Bagaimana caranya ?


Hidup sehat

Untuk mendapatkan anak yang cerdas, maka sang ibu harus menjaga gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat. Lakukan gaya hidup sehat dengan olahraga teratur (tanyakan pada dokter kandungan Anda olahraga apa yang baik untuk kandungan dan janin dalam kandungan Anda). Hindari rokok, minuman beralkohol, dan obat-obatan yang dapat menghambat perkembangan otak janin.

Konsumsi makanan yang mengandung omega-3 dan DHA, seperti ikan tuna, ikan haring, ikan salmon, atau hati. Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan janin akan DHA, konsumsi daging unggas dan kuning telur. Untuk menghindari resiko cacat sumsum tulang belakang dan otak, konsumsi makanan yang mengandung asam folat tinggi, seperti jeruk, sayuran hijau, kacang-kacangan, dan brokoli.

Jauhkan diri Anda dari stress saat mengandung. Stress dapat mempengaruhi perkembangan janin, karena saat mengandung, Anda tidak hidup sendirian tetapi berbagi dengan janin dalam kandungan Anda. Lakukan relaksasi prenatal dengan yoga, misalnya. Atau dengan senam ibu hamil.

Memberi rangsangan pada janin

Pada usia kehamilan 23 minggu, bayi sudah mampu mendengar suara-suara dari luar, meskipun belum sempurna. Ransang otak janin dengan suara musik yang lembut dan menenangkan, seperti musik klasik. Jika Anda muslim, Anda dapat memperdengarkan bacaan Al-Qur’an. Ini bermanfaat disamping merangsang janin, juga mengenalkan Al-Qur’an sejak kecil. Untuk merangsang kemampuan bahasa, menulis, dan membaca anak, Anda dapat mengusap perut ibu dan mengajak berbicara janin. Membacakan buku atau puisi juga dapat mengasah kemampuan janin kelak setelah lahir.

Mengusap perut dengan lembut dan cahaya redup dapat merangsang bayi saat diletakkan didekat kandungan. Anda dapat merasakan adanya gerakan menendang atau kandungan yang bergerak-gerak ketika mengusap kandungan. Hindari cahaya yang terang di dekat kandungan, sepertihalnya orang dewasa, cahaya yang terang dapat mengganggu penglihatan janin.