
Perlukah? pentingkah? jawabannya sebenarnya tergantung pada kondisi ekonomi rakyat Indonesia. Jika kondisi rakyat sudah makmur, seperti di Eropa atau Amerika Serikat, rasanya tidak masalah dana sebanyak itu. Tapi dengan melihat kondisi rakyat sekarang ini, anggaran sebanyak itu belum perlu, jika pengajuan itu dikabulkan DPR justru akan melukai hati rakyat. Dengan dana sebanyak itu, jika dialokasikan untuk pemberdayaan rakyat, banyak yang bisa dilakukan.
Jika alasan keamanan, Indonesia masih aman-aman saja, berbeda dengan presiden Amerika Serikat misalnya, yang mempunyai "musuh" dimana-mana, maka dibutuhkan tenda yang memiliki keamanan maximum. Saat mengunjungi bencana, cukuplah disiapkan tenda milik TNI, yang bisa dipakai untuk tamu VVIP, Pusat Komando, atau Rumah Sakit lapangan. Karena TNI pasti memilikinya.
Sekarang tinggal menunggu hati nurani anggota DPR yang terhormat, apakah menggunakan nurani rakyat atau nurani elite, yang sudah berkali-kali melukai hati rakyat. Sayangnya anggaran itu disetujui, alasannya adalah pesan moral, bahwa setiap bencana harus ditangani dengan serius, sehingga membutuhkan segala sesuatu yang diperlukan untuk mendukungnya.Pertanyaannya, Apakah seperti itu? seharusnya bukan tendanya yang dibutuhkan, melainkan manajemen pengelolaan bencana yang harus ditingkatkan.
Pengalaman-pengalaman penanganan bencana di Indonesia selama ini sering amburadul ketika BNPB harus mendistribusikan bantuan, bukan karena tidak adanya tenda pusat komando, tetapi lebih pada kendala transportasi. Oleh karena itu, alangkah baiknya jika alokasi anggaran sebesar itu bukan untuk tenda, apalagi tenda untuk presiden yang hanya berada dilokasi bencana beberapa hari, bahkan terkadang cuma beberapa jam. Tetapi untuk pembelian alat transportasi sehingga bantuan logistik atau medis segera sampai dilokasi bencana, khususnya lokasi yang terisolir. Jangan sampai ketika tenda Rp 15 M itu saat didirikan di lokasi bencana justru akan melukai hati para korban.
0 comments:
Post a Comment